Film Indonesia Anti Mainstream

Inilah beberapa referensi film Indonesia anti mainstream yang cocok disaksikan sebagai tontonan bergizi untuk Anda.

Dunia perfilman sudah berkembang semakin canggih yang terbukti dengan semakin banyaknya efek-efek memukau berbasis teknologi canggih yang begitu tampak nyata  di layar lebar. Ini terutama berlaku untuk film-film Hollywood yang bersaing sengit dengan film-film lokal dalam membanjiri bioskop tanah air. Bagi Anda warga Negara Indonesia yang juga seorang penggila film, tentu memajukan dunia perfilman Indonesia dengan menonton film lokal di samping film-film mancanegara adalah suatu keharusan. Tak semua film Indonesia mempunyai cerita dan alur yang mainstream, akhir kisah togel singapura yang mudah ditebak, atau para pemain film yang hanya mengandalkan kecantikan atau ketampanan walaupun tanpa kualitas acting mumpuni. Berikut ulasannya untuk Anda.

Referensi film  Indonesia anti mainstream

Inilah beberapa film Indonesia “tidak biasa” serta berkualitas yang bisa menjadi referensi tontonan bergizi bagi para penggemar film. Silakan di cek apakah Anda sudah menyaksikan semuanya.

  1. Daun di Atas Bantal (1998) – Walaupun sudah cukup lama diproduksi tetapi film ini penuh dengan makna serta pembelajaran. Nama Garin Nugroho sebagai salah satu insan perfilman Indonesia yang sangat kawakan tentu merupakan jaminan bahwa Anda akan menonton film yang nomor satu dari sisi kualitas. Film ini mengisahkan tentang 3 anak jalanan yaitu Sugeng, Heru, dan Kancil dengan latar belakang kota Yogyakarta. 3 anak ini kemudian ditolong oleh seorang pedagang yang memperbolehkan mereka untuk tinggal di tokonya. Film yang juga dibintangi oleh aktris watak legendaries Indonesia ini pernah diputar di sesi Un Certain Regards Cannes Film Festival. Tak ada konflik yang kental mengangkat seorang tokoh dalam film karena seluruh cerita mengalir bebas pada film ini. Menonton film ini Anda akan dibuat lebih peka dengan beragam masalah hidup anak jalanan yang berjuang sendiri mengatasi berbagai rintangan.
  2. Gie (2005) – Gie adalah film biografi Soe Hok Gie garapan Riri Riza dari seorang tokoh mahasiswa UI yang vocal mengritisi beragam kesewenang-wenangan rezim pemerintah pada saat itu. Selain sebagai seorang aktivis, Gie juga seorang pencinta alam yang mengambil jurusan sejarah di universitas paling bergengsi di tanah air tersebut. Di sini penonton akan diajak untuk menyelami pribadi Gie serta sikapnya dalam menghadapi berbagai kemelut hidup, obsesinya untuk menegakkan kebenaran, termasuk kisah cintanya. Tak ada cerita yang dirancang berlebihan atau melankolis hingga akhir kisah Gie yang meninggal dunia di Gunung Semeru pada usia muda.
  3. Berbagi Suami (2006) – Poligami adalah tema yang tak pernah ada habisnya dan menjadi topic yang cukup menarik diangkat pada layar lebar. Nia Dinata mencoba mengungkapkan poligami dari 3 sudut pandang yang berbeda, yaitu seorang dokter, sopir, dan seorang etnis Tionghoa.
  4. Pintu Terlarang (2009) – Film yang satu ini bertema pshycological thriller dan cocok bagi Anda yang menghendaki akhir kisah tak terduga pada sebuah film. Film garapan Joko Anwar ini mengisahkan tentang seorang seniman pemahat patung wanita hamil yang sangat populer dan mempunyai segalanya yang diimpikan oleh orang lain seperti, pekerjaan bergengsi, istri yang cantik, ibu yang penyayang, sahabat setia, serta harta yang banyak. Tetapi tiba-tiba seorang anak muncul juga ada sebuah pintu yang selama ini dirahasiakan dari sang seniman. Anda harus berkonsentrasi untuk menontonnya karena setiap adegan berkaitan dengan yang lainnya.

Nah, di antara film-film movie online tersebut, adakah yang sudah pernah Anda tonton?